Perkosa 58 Anak, Pengusaha Asal Kediri Hanya Dituntut 11 Tahun

Selasa, 17 Mei 2016


Perkosa 58 Anak, Pengusaha Asal Kediri Hanya Dituntut 11 Tahun
Sumber : suryamalang.com

Tersangka : Pengusaha asal kediri, Sony Sandra 

Perkosa 58 Anak di Kediri, Pengusaha Asal Kediri Hanya Dituntut 11 Tahun - Pengusaha ternama asal Kediri, Jawa Timur, Sony Sandra alias Koko ini disebut telah memerkosa sebanyak 58 anak di bawah umur. Koko pun sudah diproses secara hukum hingga pengadilan, karena laporan lima dari 58 yang disebut menjadi korban. Namun, pelaku hanya dituntut 11 tahun penjara dan denda Rp100 juta.

Juru Bicara Masyarakat Peduli Kediri Ferdinand Hutahean mengatakan, pelaku adalah Direktur Utama PT Triple`S Kediri.  Koko beraksi mulai 2012. Korban Koko rata-rata berusia 11 hingga 14 tahun, tersebar di Kota dan Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

"Kami menemukan fakta mencengangkan. Di republik ini ada kasus besar yang tidak terungkap di permukaan," kata Ferdinand di Cikini, Jakarta Pusat

Menurut Ferdinand, kekerasan seksual ini dilakukan secara sadar, terencana, dan berulang. Koko selalu beraksi di sebuah hotel di Kediri.

Ia mengungkapkan, Koko sudah menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Kota Kediri. Dia dituntut 13 tahun penjara dan denda Rp100 juta. Sementara di Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri, Koko dituntut 14 tahun penjara dan denda Rp300 juta.

"Tuntutan jaksa tidak maksimal. Mereka menggunakan Undang-undang lama tentang perlindungan anak. Pasal 81 ayat (2) UU Nomor 23 Tahun 2002 Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP," kata Ferdinand.

Ferdinand kecewa dengan tuntutan jaksa di dua pengadilan tersebut.

"Tuntutan jaksa tidak maksimal. Mereka menggunakan Undang-undang lama tentang perlindungan anak. Yaitu, Pasal 81 ayat (2) UU Nomor 23 Tahun 2002 Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP," ucap Ferdinand.

Seharusnya, kata Ferdinand, Jaksa menggunakan UU Perlindungan terbaru yaitu UU Nomor 35 Tahun 2014. Sehingga tuntutan yang pantas diperuntukkan bagi pelaku adalah minimal 15 tahun dan denda Rp5 miliar.

Indikasi perlakuan khusus lainnya adalah pelaku seolah mendapatkan kemudahan karena kerap terpantau keluar-masuk tahanan. Pelaku sering mendapatkan pebantaran di Rumah Sakit.

"Yang bersangkutan sering sesumbar. 'Semua bisa saya beli. Hakim, jaksa bisa dibeli. Bahkan (Presiden) Jokowi bisa dibeli," ucap dia.

Juru Bicara Masyarakat Peduli Kediri, Ferdinand Hatahaean (tengah), AK (korban)
Juru Bicara Masyarakat Peduli Kediri, Ferdinand Hatahaean (tengah), AK (korban)

Seperti diketahui, sebanyak 58 korban diindikasikan menjadi korban kekerasan seksual Sony. Sebagian besar usia mereka berkisar 11 hingga 14 tahun. Dari 58 itu, sebanyak 16 korban yang terdata lengkap identitasnya dan hanya 5 orang yang membawanya ke pengadilan.

"Karena pelaku memiliki uang banyak, para korban banyak yang tiba-tiba menghilang. Ada yang diungsikan ke Kalimantan dan ada juga yang sudah melahirkan anak laki-laki. Sampai saat ini jejaknya tidak ditemukan. Selain itu, sebagian para korban yang ditemukan, juga enggan melaporkannya ke kepolisian," pungkas Habib.

Bagaimana tanggapanmu? share di kolom komentar ya!

Share on :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2015 Ayo Share!
Distributed By My Blogger Themes | Design By Herdiansyah Hamzah